Drama Korea – Sinopsis Unsung Cinderella: Midori, The Hospital Pharmacist Episode 9 Part 1 – Untuk menyaksikan daftar lengkap eksklusif aja di goresan pena yang ini. Sementara itu Episode sebelumnya baca di sini.
Aoi terlihat ketakutan ia berlari untuk menyaksikan kondisi SenO,pembimbingnya itu dilarikan ke UGD. Aoi memberi tahu dokter Toyonaka seno muntah darah di koridor dan pingsan. Tidak ada luka di tubuhnya,tapi denyut nadinya melemah.
Dokter Toyonaka : Bawakan saya Neo -Synesin. Kamu sanggup mendengarku Seno? Lakukan tes EKG dan tes darah. Periksa tanda vitalnya. Semua perawat di sana melakukan pekerjaan mengikuti arahan dokter Toyonaka. Seno membuka mata. Ia menyadari sedang berada di mana. Seno merasa baik baik saja. Aoi dan dokter menyuruhnya beristirahat.

Aoi mendekati Seno.
Aoi : Kamu pingasan setelah muntah darah. Apa tubuhmu mengalami perubahan? Kamu menyadari ada pergantian yang aneh? Aoi mengajukan pertanyaan khawatir.
Seno : Seharusnya kau tidak menanyakan itu. Dokter Toyonaka akan memeriksaku nanti.
Aoi : Maafkan aku.
Seno : Kamu mesti kembali bekerja.
Aoi : Tapi…
Seno : Kamu tidak berkhasiat meski tetap di sini. Kamu mesti kembali bekerja.
Aoi menurut dan meminta dokter Toyonaka menjaga seno. Kemudian seorang perawat meminta seno mengisi formulir konsultasi. Seno mennjawab di setiap pertanyaan. Pada kolom sejarah medis keluarga seno terlihat bimbang.

Di ruang buatan steril dengan kesibukannya seumpama biasa Aihara kudo dan Hakura melakukan pekerjaan sambil bergosip. Berita wacana seno sudah didengar Kudo. Ia memberi tahu Aihara, seno pingsan di koridor lantaran muntah darah sebelum di bawa ke ugd. Dan kini ia sedang menjalani pemeriksaan badan di UGD. Aoi dan Kariya masih diam. Aihara mengajukan pertanyaan apa keduanya tahu soal itu? Kariya menjawab ia mendengarnya dari Bu Handa. Sedang Aoi menjawab kalau seno bilang mereka tidak perlu khawatir.

Tetiba mereka dikejutkan dengan kedatangan seno di sana.
Seno : Di mana ekspektorannya?
Aoi terkejut : Apa yang kau laksanakan di sini?
Seno : Aku mencari obat.
Hakura : Bukan itu maksudku kau baik baik saja? Kudengar kau muntah darah. Bagaimana hasilnya?
Seno : Aku baik baik saja. Ini cuma refluks gastroesofagus. Kurasa itu lantaran saya makan terlalu banyak. Aku akan baik baik saja. Jangan khawatir.
Kariya : Itu bagus.
Hakura : Apa saya cemas tanpa alasan!
Kariya : Lebih baik berhati-hati dibandingkan dengan menyesal kemudian kau mesti istirahat.
Seno : Kamu benar. Aoi sanggup kau menolong di departemen Darurat walaupun itu tidak berkhasiat kehadiranmu akan sedikit membantu. Seno terlihat ceria. Aoi tersenyum mengiyakan. Tanpa sepengetahuan yang yang lain tampang seno berubah kaku.

Seno menemui Bu Handa
Bu Handa : Kudengar kau mengalami refluks gastroesofagus kau tidak.boleh makan terlalu banyak.
Seno : Baiklah.
Bu Handa : Sesuai prasangka bukan itu yang sebenarnya.
Seno : Walaupun tidak didiagnosis secara klinis dokter Toyonaka berpikir ada kista di paru paruku.
Bu Handa : Apa rencanamu?
Seno : Aku akan menjalankan investigasi menyeluruh dahulu.aku akan berdiskusi dengan dokter Hata sebelum memutuskan.

Di jalan seorang wanita Haruna Wakatsuki berlangsung sambil menggenggam banyak pil di tangannya kemudian memasukkan ke mulutnya sekaligus ia menuju kran lazim dan minum eksklusif dari air kran. Lalu ia berlangsung sempoyongan menuju taman bermain dan berhenti di saat menyaksikan dua anak wanita sedang bermain. Ibunya yang takut da Haruna menenteng anaknya pergi. Haruna pun jalan lagi kemudian ambruk dan pingsan.

Wakatsuki Haruna di dilarikan ke UGD dan dikerjakan dokter Toyonaka. Diketahui umurnya 34 tahun. Tekanan darahnya 95 per 80 mg. Tingkat kesadarannya yakni JCS 100. Selain luka lecet di pergelangan tangannya tidak didapatkan luka lain. Dan paramedis menerima obat yang tersebar di lokasi kejadian.

Aoi menyidik obat obatan milik Haruna. Aoi mengenali itu antiansietas. Pasien disangka kemungkinan overdosis lorazepam. Dokter Toyonaka memerintahkan Aoi mengkonfirmasi resep obatnya dan memerintahkan seno mengkonfirmasi porsi mematikan. Aoi kembali menggeledah tas haruna dan ia menerima ponsel dengan walpaper foto haruna sedang menggendong bayi.

Wakatsuki Haruna yang dikirim ke tempat tinggal sakit lantaran overdosis…
Seno : Dosis mematikan untuknya yakni 250 mg.
Dokter Toyonaka : Pegang kepalanya laksanakan tes CD. Konfirmasi reaksi tubuhnya.
Seno Shogo yang muntah dan pingsan… Semua orang menjalani hidup yang memiliki arti di luar rumah sakit dan mereka punya masa depan untuk terus hidup. Orang yang mau melindungi yakni para apoteker.

Di kamar Haruna. Ia sudah sadar. Ia berteriak minta dikembalikan obatnya.
Dokter : Organ hatimu berlemak dan kau mengalami aritma jantung penyebabnya yakni overdosis.
Haruna terlihat linglung : Apa saya makan sebanyak itu?
Dokter : Mohon tetap di rumah sakit sebelum fungsi hatimu pulih.
Haruna berteriak sambil menghantam mukulkan kepalanya di kepala ranjang.

Aoi mendekatinya.
Aoi : Kamu akan diinfus untuk memperbaiki fungsi hatimu. Untuk di saat kau tidak perlu minum obat. Jika kau merasa takut minun pil lactase yang bukan obat. Aoi sabar seumpama biasa.
Haruna : Aku tahu ini plasebo bukan? Ini semanis permen ini tidak efektif.
Aoi : Minumlah tiga pil sekaligus kau dilarang mengonsumsi lebih dari empat kali sehari sekaligus. Aku menyadari kau pergi ke beberapa klinik untuk pengobatan bukan?
Haruna : Apa mkasudmu?
Aihara : Aktivitas ilegal di mana seseorang pergi ke banyak sekali apotek untuk mendapatkan obat dalam jumlah banyak dengan resep yang sama. Lorazepam yang menangani gangguan kecemasan. Zopiclone yang menangani gangguan tidur. Kurasa kau mengonsumsi lebih banyak obat dibandingkan dengan seharusnya.
Haruna : Lalu kenapa?
Aihara : Obat itu dibentuk dengan dana pemerintah !
Haruna tiba tiba turun dari ranjang dan berdiri dibelakan Aoi. Ia pura pura takut pada Aihara. Aoi menyampaikan akan menyimpan obatnya sementara. Tapi Haruna merebutnya sungguh cepat dan berlari keluar kamar sambil menenteng obatnya.

Aoi dan aihara mengejar-ngejar Haruna. Haruna akan menelan banyak pilnya sekaligus, Aoi sungguh cemas berupaya menghentikannya. Aoi menyuruhnya memuntahkan pil pil itu namun Haruna malah menyemburkan obat di mulutnya ke tampang Aoi. Haruna santai saja tertawa tawa.
Haruna : Aku cuma bercanda. Kenapa kau menganggapnya serius?
Aihara minta Haruna tak menjalankan itu apapun yang terjadi. Aoi menenangkan Aihara dengan memegang tangannya. Aoi nyuruh Haruna kembali ke kamarnya. Haruna yang terlihat frustrasi pergi begitu saja. Aoi terlihat kaget.

Kariya memberi tahu kudo bahwa haruna overdosis obat. Dia juga menguruk obat dengan pergi ke apotek yang berbeda. Itu berlebihan. Aihara pikir ia sungguh keterlaluan bekerjsama ada banyak pasien yang mengonsumsi obat sempurna waktu dan berjuang keras melawan penyakit. Hakura bilang ia punya firasat Aihara akan kian seumpama Aoi. Kudo menyahut Aihara berupaya terlalu keras untuk pasien. Kariya juga bilang ia terlalu bersemangat. Aihara mengajukan pertanyaan apa saya sungguh seumpama Aoi ? Aoi mengambil obat di rak yang serupa dengannya. Aoi tanya ada apa? Kamu tidak senang itu? Aihara menggeleng.

Seno berkonsultasi dengan dokter Hata.
Dokter Hata : Kurasa kau sudah mendengarnya dari dokter Toyonaka. Aku punya persepsi yang sama.Ini kanker paru paru bukan sel kecil. Selain itu ada kista di esofagus dan kelenjar adrenal. Ada beberapa kanker di tubuhmu. Sepertinya tidak sanggup disembuhkan cuma dengan operasi. Seno kau baik baik saja? ( seno terlihat melamun) Seno meminta maaf.
Dokter Hata : Aku membaca riwayat medis keluargamu. Ibu dan nenekmu meninggal lantaran kanker.
Seno : Aku percaya itu penyakit keturunan.

Dokter Hata : Begitu rupanya. Kalau begutu mari mulai dengan produg oral S-1.
Seno : Tapi menurutku S -1 tidak efektif mengobati kanker kelenjar adrenal. Lebih buruk tidak ada obat anti kanker untuk kelenjar adrenal. Tolong jujurlah saja.berapa usang lagi saya sanggup hidup? Ibuku didiagnosis dengan kanker yang sama. Ibuku meninggal kurang dari 3 bulan.
Doktet Hata : “Tiga bulan”? ya. Mungkin kita sanggup memperlambat prosesnya dengan obat anti kanker.
Seno : Bahkan jikalau kita memakai obat anti kanker kemungkinan pemulihannya sungguh rendah. Kurasa saya mesti berhenti bekerja. Kalau begitu saya lebih baik meredakan sakitnya dengan anestesi dan menjaga kondisiku sekarang. Seno seumpama menangis tertahan. DokterHata menenangkannya. Seno minta maaf.
Seno : Kuserahkan padamu. Namun saya ingin pastikan bagaimana saya menjalani hari hari terakhirku.
Dokter Hata : Masa depan ada di tanganmu.
Kemudian seno memyendiri ia terlihat frustrasi. Tapi ia mesti kembali ke UGD.

Seno ikut merencanakan obat di UGD. Pasien lelaki Koyama Kazuya 45 tahun. Diketahui denyut nadinya 120 dan ia demam. Dokter Toyonaka minta seno mengambilkan asetominofen. Ia juga memerintahkan yang lain mengkonfirmasi detak jantungnya. Tubuh pasien kaku volume keringatnya tidak wajar. Detak jantungnya 140. Dan seno menyaksikan tangan kiri pasien kejang. Seno menyidik obat yang dimakan pasien itu,ternyata ia mengonsumsi blonanserin sejak kemarin. Berdasarkan situasinya di sekarang ini Seno menduga pasien mengalami sindrom neuroleptik maligna yang disebabkan D2. Dokter Toyonaka memberinya Diazepam dan diantrolone 40 mg yang disiapkan seno. Denyut nadi pasien turun menjadi 120 dan kejangnya berkurang.

Istri Koyama menyaksikan keadaannya. Ia menanyakan apa yang terjadi pada suaminya. Dokter Toyonaka memberi tahu obatnya sudah mulai bekerja. Kondisinya stabil. Seno ikut senang mendengarnya.

Aoi memberi tahu Seno jikalau Onozuka tiba untuk mengamati perawatan darurat.

Keduanya ngobrol.
Onozuka : Aku tidak tahu jikalau apoteker sanggup menyelamatkan pasien.
Seno : Bukan, dokter yang menyelamatkan pasien.
Onozuka : Ini kali kedua kau menyampaikan itu, onozuka tersenyum. Seno menoleh menatapnya. Dia melanjutkan, Aku pernah tiba ke sini untuk magang di saat kuliah.kamu menyampaikan hal yang serupa kepadaku di saat itu. Aku bercita cita menjadi apoteker darurat yang bersertifikat. Aku tiba untuk memberitahumu soal itu. Departemen Darurat yakni wilayah yang manis untuk melakukan pekerjaan setelah melihatmu melakukan pekerjaan keinginanku utuk melakukan pekerjaan di sana menjadi lebih kuat. Aku mencari argumentasi namun saya ingin termotivasi untuk menjalankan keinginanku.
Seno : Kamu benar. Rasanya hebat di saat kau sanggup menolong seseorang.
Onozuka : kau baik baik saja? Kamu terlihat aneh.
Seno : Bukan apa apa. Aku sama seumpama biasanya. Semangat! Seno menepuk lengan onozuka keras kemudian melenggang pergi.

Aoi kembali mendatangi pasien Haruna. Haruna dengan santai memperkenalkan tamunya pada Aoi.
Haruna : Aku akan memperkenalkan kepadamu. Dia Kurihara Kensuke.
Aoi : Aku Aoi,seorang apoteker.
Kurihara : Terima kasih sudah menjaganya.
Aoi : Apa kau kawan Hakura?
Kurihara : Kurasa begitu. Aku mantan suaminya. Haruna seumpama tak peduli ia terus menyeruput minumannya.

Kurihara : Dia dirawat lantaran overdosis bukan? Dia tinggal sendirian selama ini. Aku mencemaskannya lantaran tidak ada yang tahu kondisinya. Dia cukup ringkih di saat ini. Namun saya cuma sanggup menyerahkannya terhadap orang lain. Memalukan sekali. Tolong jaga dia.
Aoi :Kenapa kau sungguh mengkhawatirkan Haruna ?
Kurihara : Itu lantaran saya mencampakkannya dan pergi. Sebenarnya kami punya seorang putri. Usianya 6 tahun.

Kurihara menceritakan mereka senang di saat putri mereka Yuina lahir. Namun dai mesti sering melakukan pekerjaan di luar kota. Dia sudah usang tidak pulang. Dia menyerahkan tanggung jawab untuk menjaga putri kami kepadanya. Dai tidak menyadari bahwa Haruna letih mengelola putri mereka.

Saat Haruna menangis keras, Yuina lari bersembunyi sambil menutup kedua telinganya. Haruna pun menjerit. Dan Yuin dibiarkan sendiri di box bayi. Perlahan ia mulai mengonsumsi obat antiansietas. Kurihara tidak tahu soal itu. Dia terlalu konsentrasi pada pekerjaan.

Saat Kurihara kembali dari luar kota…dia menyaksikan bayinya menangis ditempat tidur bayi. Kamarnya berantakan. Haruna pingsan dan banyak obat berserakan di lanatai. Haruna overdosis obat. Kurihara memisahkan Haruna dengan Yuina dan merehabilitasinya tetapi itu menghasilkan kondisi mentalnya kian tidak stabil.

Haruna meminta pada Kurihara untuk bercerai saja. Dia merasa tidak sanggup mengelola putri mereka lagi. Kurihara tidak tahu apa Haruna ingin berjumpa putrinay lagi namun setelah berusia 6 tahun putrinya mulai meminta untuk berjumpa ibunya.

Kurihara merasa dalam masalah. Entah apa ia mesti membiarkan mereka berjumpa mungkin mereka akan berhenti berjumpa setelah itu. Namun ia punya firasat ..suasana hati Haruna akan membaik setelah mereka bertemu.
Aoi : Foto di layar ponsel Bu Haruna yakni foto bareng putrimu?jika kau sanggup lebih perhatian padanya itu akan menyelamatkannya.

Tampak Haruna bangkit dan berlangsung di koridor. Ia hingga di tempatnya Aoi dan Kurihara. Haruna menyaksikan seorang ibu dan putrinya. Pak Kurihara dan Aoi menyaksikan Haruna.

Haruna menghampiri mantan suaminya itu.
Haruna : Kenapa kau masih di sini?kamu kabur dari kantor?
Kurihara : Begini…Haruna
Haruna : Apa ?
Kurihara : Yuina ingin berjumpa denganmu. Bolehkah saya membawanya kemari? Bolehkah saya membawanya kemari setelah ia pulang sekolah? Kamu belum pernah menyaksikan ia dengan seragam sekolah bukan?
Haruna tertawa : Dia sudah Taman Kanak-kanak saya lupa soal itu. Kurihara mengajukan pertanyaan sekali lagi namun harina kelihatannya pandangannya kosong. Tapi ia mempersilakan.

Haruna di kamarnya memandangi foto Yuina waktu masih bayi. Lalu membuka wilayah obatnya dan membuangnya ke wilayah sampah.

Aoi akan menuju kantor Bu Handa. Aoi akan mengetuk pintu namun tangannya terhenti di saat ia mendengar obrolan Bu Handa dengan Seno.
Seno : Berdasarkan diagnosis Dokter Hata ini kanker paru paru bukan sel kecil stadium akhir. Selain itu,ada kista di esofagus dan kelenjar adrenal. Aku mungkin cuma akan bertahan selama tiga bulan.
Bu Handa : Bagaimana bisa? Bagaimana dengan pengobatan?
Seno : Aku tidak bermaksud untuk menjalani pengobatan. Aku lebih sehat dibandingkan dengan dugaanku. Dibandingkan dirawat di rumah sakit kurasa terus melakukan pekerjaan lebih baik.
Bu Handa : Tidak mungkin. Kamu mesti konsentrasi mendapatkan perawatan.
Seno : Tidak ada obat yang menyembuhkan kanker adrenal. Aku sudah memikirkannya baik baik. Aku sungguh menggemari pekerjaan ini. Tidak disangsikan lagi para apoteker cuma sanggup berkontribusi secara membisu diam namun meski begitu saya ingin menjalankan lebih untuk pasien. Itu yang kupikirkan. Tolong biarkan saya melakukan pekerjaan hingga akhir. Kumohon. Aoi terkesima di depan pintu.