Drama Korea – Sinopsis Start Up Episode 13 Part 2, Lihat nih wacana link yang lengkap terhadap rekapnya pada goresan pena yang ini. Jikalau kau ingin tahu Eps sebelumnya ada di sini gaes!


Chul San dan Yong San menonton video Dal Mi.
Dal Mi : Untuk mengembangkan kondisi sekarang, sejak tahun kemudian Injae Company sudah menyebarkan kemudi otomatis level empat yang menggunakan teknologi masa depan.
Mereka takjub.
Chul San : Pada kesannya Nona Seo melakukan itu.
Yong San : Ya. Dia buat kemudi otomatis itu. Bersama dengan kakaknya yang dibenci.


Yong San kemudian bertanya, apa Do San sudah lihat video itu.
Do San menyahut dari atas, beliau tanya video apa.
Chul San : Bukan apa-apa.
Yong San bilang Cheon Ho menghasilkan video penawaran spesial dan ada Dal Mi di dalamnya.
Tapi reaksi Do San biasa saja.
Yong San : Dia mengawali perusahaan rintisan kemudi otomatis. Kau mau lihat?

Do San bilang enggak, kemudian beliau turun ke bawah dan masuk ke dalam.
Do San kemudian duduk di meja makan dan kembali konsentrasi dengan laptopnya.
Tapi benarkah Do San biasa aja??


Cheon Ho tanya apa Dal Mi sudah menonton vlog nya Chul San.
Dal Mi : Chul San menghasilkan vlog?
Cheon Ho : Ya. Penontonnya banyak. 2STO, Silicon Valley, dan San Francisco. Judulnya menarik. Mau kuberi tautannya? Terkadang, Do San muncul.
Dal Mi : Tak perlu. Aku sungguh sibuk mengorganisir izin sementara kemudi otomatis ini. Lain kali, bantu saya merekam tes kemudi lagi.

Sa Ha di taman, menemani seorang gadis kecil bermain.
Lalu Sa Ha sewot, astaga Yoo Jung-ah, kenapa menjamah matamu dengan tangan sarat tanah?
Ternyata, Yoo Jung sedang bermain masak-masakan pakai tanah.

Sa Ha terus mengomel, jorok! Lihat, kau jadi kotor!
Sa Ha mengeluarkan tisu dan mengelap tangan Yoo Jung.
Lalu Yoo Jung pergi alasannya merupakan menyaksikan anak anjing.

Sa Ha kemudian menemukan pesan dari pacarnya. Pacar Sa Ha pengacara. Dia bilang, gak sanggup pergi piknik ketika Chuseok kali ini alasannya merupakan kasus yang tengah ditanganinya sungguh sulit.
Sa Ha : Memang cuma kau yang kerja? Aku juga kerja.
Pacar Sa Ha memerintahkan Sa Ha pergi dengan teman.
“Aku akan berikan kartuku, makanlah sepuasmu.”
“Memang cuma kau yang hasilkan uang? Aku juga.”
“Lantas saya mesti apa?”
“Sudahlah. Kita putus saja.”


Eonni Sa Ha tiba menenteng dua kopi. Kopi satunya beliau kasih ke Sa Ha.
Ternyata eonni Sa Ha merupakan Bu Jung, mantan atasan Dal Mi.
“Dimana Yoo Jung?”
“Main sama anak anjing?”
Sa Ha kemudian ajak eonni nya berlibur berdua ketika chuseok.
“Titip Yoo Jung pada suamimu.”
“Bukankah kau pergi dengan pacarmu?”
“Aku gres saja putus.”
“Lagi? Kenapa tak pernah lebih dari tiga bulan?”

Sa Ha kemudian menemukan notif dari Chul San.
Sa Ha membukanya dan beliau senyum-senyum menonton vlog Chul San.

Lalu flashback ketika Chul San menghasilkan vlog.
“Hari ini saya tak di rumah atau di kantor. Aku akan mulai vlog ini di kapal pesiar. Kenapa saya di sini? Karena kami sudah menyelesaikan proyek, 2STO menampilkan piknik untuk kami. Kami menemukan piknik selama sebulan! Tepuk tangan! Ayo, Semuanya! Jadi, kami semua kini sedang berlayar. Setelah tiba ke Silicon Valley, Yong San sungguh bersungguh-sungguh berolahraga.”

Singkatnya, Chul San mengarahkan kamera ke Do San. Chul San nanyain kondisi lautan hari ini.
Do San : Sangat damai dan tanpa awan sama sekali.


Ternyata Dal Mi sudah menonton vlog Chul San. Dia menontonnya pribadi ketika itu juga.
Sorot mata Dal Mi memancarkan kerinduan.
Do San juga nonton video Dal Mi. Dia juga sama, merindukan Dal Mi.


Ji Pyeong masuk ke ruangannya ketika Dong Cheon lagi teleponan sama seseorang.
Dong Cheon : Hari ini selesai pukul berapa? Mau makan malam? Kau makan dengan siapa?
Dong Cheon kemudian menyebut nama Dal Mi.
Ji Pyeong pribadi noleh ke Dong Cheon.
Dong Cheon pun kesal alasannya merupakan temennya manggil Dal Mi pribadi nama.
Dong Cheon : Panggil beliau Seo Daepyeonim. Kalian cuma rekan kerja, jangan melalui batas. Aku sudah mengajukan pertanyaan terhadap Nona Seo, dan katanya kau bukan tipenya. Dia bilang tak menyukaimu alasannya merupakan tanganmu kecil. Dia suka lelaki bertangan besar.

Pas denger Dong Cheon bilang tipe Dal Mi merupakan perjaka yang bertangan besar, Ji Pyeong pribadi lihatin tangannya.
Dong Cheon kemudian kesal alasannya merupakan temennya mutusin telepon gitu aja.


Ji Pyeong : Ada apa?
Dong Cheon : Nona Seo sedang mengorganisir izin sementara kemudi otomatis. Mereka butuh bukti asuransi. Ada seorang kawan dekat sekolahku dulu yang pernah urus asuransi kemudi otomatis. Aku kenalkan pada Nona Seo. Tapi beliau tak laksanakan pekerjaannya, malah mendekati Nona Seo. Aku memperkenalkannya dengan niat baik, tapi…
Dong Cheon belum selesai bicara, Ji Pyeong udah pergi.

Dal Mi sedang bareng temennya Dong Cheon di ruang rapat.
Sambil membaca aplikasi asuransi yang dipersiapkan temennya Dong Cheon, Dal Mi tanya apa saja yang ditanggung asuransi.
“Semua kerugian akhir kemudi otomatis sampai retasan kendaraan sudah ditanggung asuransi.” jawab temennya Dong Cheon.
Temen Dong Cheon kemudian memperhatikan Dal Mi dengan intens.

Mereka berdua kemudian ke lift.
Dal Mi tanya, apa sanggup selesai pekan depan.
Temen Dong Cheon bilang untuk Dal Mi beliau bakal selesein pekan ini.
Tapi temen Dong Cheon minta Dal Mi mentraktirnya selaku gantinya.
Dal Mi kaget, apa?


Pintu lift terbuka dan temennya Dong Cheon bilang beliau bercanda.
Temen Dong Cheon kemudian bilang beliau yang traktir.
Dal Mi bilang gak sanggup alasannya merupakan beliau sudah ada janji.
Temen Dong Cheon malah kepo, nanya, perjanjian apa.


Dal Mi kesal alasannya merupakan temen Dong Cheon bicara santai kepadanya.
Dal Mi bilang beliau mesti bikin songpyeon di rumah alasannya merupakan bentar lagi Chuseok.
Temen Dong Cheon bilang beliau suka songpyeon dan ingin ke tempat tinggal Dal Mi.
Dal Mi : Hei!

Tepat ketika itu, Ji Pyeong tiba dan menenteng temennya Dong Cheon masuk ke lift.
Ji Pyeong : Akan kubuatkan. Aku sungguh ingin menghasilkan songpyeon di rumah orang lain. Ayo pergi.


Ji Pyeong menutup lift dan tersenyum pada Dal Mi.
Dal Mi juga senyum pada Ji Pyeong.


Ji Pyeong memandang temennya Dong Cheon dengan tatapan sadis.
Temennya Dong Cheon mulai tegang ditatap Ji Pyeong kayak gitu.

Lalu Ji Pyeong membandingkan tangannya dengan tangan temennya Dong Cheon.
Dan Ji Pyeong pun senyum-senyum, ngatain tangan temennya Dong Cheon kecil sekali.
Temen Dong Cheon kian panic. Dia pribadi narik tangannya yang dipegang Ji Pyeong.
Ji Pyeong bilang, menggemaskan sekali.

Temennya Dong Cheon yang takut sama Ji Pyeong pun kesannya bilang kalau beliau gres ingat beliau gak suka songpyeon dan beliau gak makan karbo.
Ji Pyeong nawarin yukjeon. Dia bilang beliau akil buat yukjeon.
Pintu lift terbuka. Temen Dong Cheon pribadi kabur namun beliau salah arah.
Ji Pyeong : Kau mau ke mana? Sebelah sana.

Pintu lift kembali menutup. Ji Pyeong kembali ke atas.
Ji Pyeong ngeliatin tangannya lagi.
Ji Pyeong : Ternyata tanganku besar.


Pintu lift terbuka lagi. Dal Mi masih di sana, menanti Ji Pyeong.
Dal Mi dan Ji Pyeong saling tersenyum. Lalu Ji Pyeong bilang temennya Dong Cheon gak mau dibuatkan songpyeon olehnya.

Dal Mi masuk ke lift. Pintu lift menutup lagi.
Dal Mi : Datanglah ke rumahku kalau ada waktu.
Ji Pyeong : Apa?
Dal Mi : Maksudku, apa tak merasa bersalah cuma tiba dan makan saban hari raya? Datanglah sebelumnya, dan bantu kami. Kau senantiasa makan dan kabur.
Ji Pyeong : Aku bukan kabur setelah makan, tapi… Maafkan aku.


In Jae masih melakukan pekerjaan ketika Dal Mi menelponnya.
Dal Mi sendiri udah di rumah. Dia pakai celemek dan menelpon In Jae di dapur.
In Jae tanya ada apa.
Dal Mi bilang beliau menelpon bukan alasannya merupakan pekerjaan. Dal Mi kemudian tanya In Jae belum pulang.
In Jae : Belum. Kenapa?
Dal Mi : Aku sedang merencanakan makanan Chuseok. Mau datang?
In Jae bengong sejenak sebelum kesannya bilang beliau sibuk.
Dal Mi : Bagaimana dengan Chuseok? Kau akan merayakannya sendirian? Apa tak bosan?
In Jae : Tak ada waktu untuk bosan. Aku sibuk.
In Jae matiin teleponnya.

Dal Mi pun beranjak dari dapur dan gabung sama yang lain.
Nyonya Cha lagi sibuk nyiapin makanan Chuseok.
Sementara Ji Pyeong lagi bercanda sama halmeoni.
Nyonya Cha : Kakakmu tak sanggup datang, ‘kan? Maksud ibu, tidak ingin datang.
Dal Mi bilang beliau tahu jadwal In Jae dan In Jae sibuk belakangan ini.

Lalu Dal Mi memandang Ji Pyeong dan bilang mereka akan mulai sekarang.
Ji Pyeong : Baik.

Halmeoni : Anak Baik, kau sanggup menghasilkan songpyeon?
Ji Pyeong : Tidak. Ajari aku. Aku cepat belajar.


Dal Mi mengajari Ji Pyeong menghasilkan songpyeon.
Lalu Ji Pyeong tersenyum memandang halmeoni.


Setelah itu, Ji Pyeong makein sarung tangan plastik ke halmeoni.
Halmeoni juga ngajarin Ji Pyeong.
Mereka tertawa bahagia.
Bersambung ke part 3…