Drama Korea – Sinopsis Start Up Episode 4 Part 4, Cek untuk lihat part 3 nya dari Episode sebelumnya cek di sini. Kamu juga mesti tahu kalau ada daftar lengkap seluruh episode pada goresan pena yang ini.

Do San duduk di depan ayah dan ibunya dengan tas besar.
Pak Nam sambil baca koran, tanya apa maksud Do San dengan tas itu. Apa Do San mau kabur.
Do San menerangkan kalau ia lolos saringan pertama Sand Box.
Tapi sayangnya, Pak Nam sudah tak tertarik. Pak Nam bilang, Do San senantiasa bilang lolos tetapi tak ada yang berubah.
Nyonya Nam : Jika ada saringan pertama, artinya ada yang kedua, ‘kan?


Do San : Ya. Saringan kedua berjulukan pekan retas. Tiap tim punya waktu tiga hari untuk bikin versi bisnis. Kami mesti memenangkannya untuk sanggup masuk Sand Box. Jika berhasil masuk, mereka akan beri kantor gratis, bahkan memberi gaji. Para penanam modal juga…
Pak Nam : Cukup! Bicara sehabis kau berhasil masuk. Ayah sudah letih dengar lisan besarmu.
Do San : Ya.

Do San kemudian pamit dan pergi. Tapi ia keluar dan menutup pintunya dengan membanting.
Ayah dan ibu Do San terkejut dengan pintu dibanting.
Pak Nam : Lihat anak sialan itu. Lihat itu. Dia membanting pintunya. Dia sedang melawanku, ‘kan?
Nyonya Nam bilang, jikalau ia jadi Do San, ia akan hancurkan pintunya.
Nyonya Nam : Apakah susah mendukungnya? Kenapa malah marah, alih-alih menyemangatinya?
Pak Nam : Itu sebab saya orang tua. Apa orang renta tak boleh bicara begitu?
Nyonya Nam : Karena kau orang tua, omongan seumpama itu melukainya!

Do San membuka pintu lagi. Tapi ia cuma bangun di depan pintu dan menerangkan ke ayahnya kalau yang barusan ia tak membanting pintu.
Do San : Angin bertiup kencang di luar. Aku takut ayah salah paham. Aku pergi dulu.


Nyonya Nam bangun dan memberi semangat untuk Do San.
Do San tersenyum dan berterima kasih pada ibunya.
Do San kemudian menutup pintu sepelan mungkin.

Setelah Do San pergi, Nyonya Nam masuk ke kamar. Tapi ia menutup pintu kamar dengan cara dibanting. Pak Nam kaget.
Nyonya Nam membuka pintu lagi dan menerangkan kalau yang barusan bukan sebab angin.
Nyonya Nam kembali membanting pintu, bikin Pak Nam kaget.
*Astaga, ayah dan ibunya Do San kenapa kocak begini sih?

Orang-orang yang lolos, mulai menyanggupi gedung Sand Box.
Dari semua orang, ada In Jae yang sedang mendorong kopernya menuju ke arah I Su dan Dae Myung.


Dae Myung menyediakan In Jae kartu tanda pengenal.
In Jae : Di mana tim pengembang? Mereka terlambat?
Dae Myung : Tadi pagi mereka bilang tak sanggup datang.
In Jae : Kenapa?

I Su : Kepala tim pengembang gres punya anak. Dan Su Jin akan secepatnya menikah.
Dae Myung : Mereka bilang susah untuk bergabung.
In Jae : Tak ada jalan lain.
I Su : Kita tidak mempunyai pengembang. Tak apa-apa?
In Jae : Ayo kita cari disini.
In Jae melangkah masuk, disertai Dae Myung dan I Su.

Dal Mi yang mengantri di belakang, menyaksikan In Jae.
Dal Mi : Eonni?


Tapi Dal Mi merasa ia salah lihat sebab ia menyangka kakaknya sudah di Amerika.
Dal Mi kemudian menyaksikan goresan pena ‘Follow Your Dream’ yang ditempel di dinding gedung Sand Box.
Dal Mi : Follow your dream? Itu goresan pena di bola Park Chan Ho.
Ya, Dal Mi pribadi ingat goresan pena itu di bola yang didapatnya dari Do San.

Trio San bangun di depan goresan pena itu.
Do San : Follow your dream. Itu goresan pena di bola Park Chan Ho.
Yong San juga melihatnya. Benar.

Mereka kemudian mengedarkan pandangan.
Yong San : Tapi banyak sekali yang mengikuti mimpinya.
Do San : Kau benar. Sangat banyak.

Dal Mi kemudian masuk. Dia berlangsung di tengah kerumunan dengan muka terkejut menyaksikan betapa banyaknya saingannya.

Do San juga gugup.
Chul San bilang, lelaki tak boleh gugup.

Acara dimulai.
Bu Yoon pun timbul dan berlangsung ke atas panggung.
Bu Yoon : Selamat tiba bagi pendaftar kesibukan keanggotaan Sand Box ke-12. Aku Yoon Seon Hak, CEO Sand Box. Seperti yang kalian tahu, Sand Box dimulai dari impian senior berhasil menolong ingusan yang mulai berbisnis. Kami akselerator perusahaan rintisan paling besar se-Asia.
Semua pribadi menyediakan applause.

Bu Yoon : Ayo bandingkan perusahaan rintisan dan mobil. Karena banyak sekali alasan, kendaraan beroda empat yang kalian naiki tidak maju. Ada yang naik kendaraan beroda empat yang gres dirilis. Ada yang naik kendaraan beroda empat yang sudah usang dirilis, tetapi tak tahu letak kerusakannya. Lalu niscaya ada juga yang berganti mobil. Kalian mesti injak gas dikala ingin gerakkan kendaraan beroda empat yang berhenti, ‘kan?
Semua menjawab, iya.
Bu Yoon : Kami bikin daerah ini biar sanggup menjadi gas untuk kalian semua.

In Jae menoleh ke samping dan terkejut menyaksikan Do San.
In Jae : Kenapa dia…
Terdengar bunyi Bu Yoon.

Bu Yoon : Dan semua proses ini dimulai dari bikin tim.
I Su tanya, apa In Jae kenal Do San. In Jae tak menjawab.


Bu Yoon : Di sini, mungkin ada yang timnya sudah lengkap, tetapi niscaya ada yang belum. Ada juga yang tiba sendiri. Hak untuk bikin tim dimiliki oleh CEO yang hendak mengendarai kendaraan beroda empat itu. Di antara 400 orang di sini, cuma 40 orang yang hendak menjadi CEO.
Dal Mi : Hanya 40?
Bu Yoon : Empat puluh orang itu mesti membentuk tim berjumlah lima orang dan mengikuti pekan retas selama tiga hari dua malam. Melalui pekan retas, cuma lima tim yang diseleksi penanam modal yang hendak diterima Sand Box.

Semua tepuk tangan.

Trio San pesimis.
Chul San : Tak mudah. Kita merupakan satu. Selalu bareng walaupun lolos atau gugur. Paham?
Yong San : Ya. Tak boleh ingkar.
Trio San kemudian menyatukan tangan mereka.

Halmeoni di kedai, lagi sibuk menusuk2 sosisnya.
Dia kemudian berhenti menusuk sosis, dan mengambil siaran pekan retas Sand Box di ponselnya.
Bu Yoon : Semua proses ini disiarkan pribadi di aplikasi Sand Box. Di sini, semua yang terlatih di bidang manajemen, akuntansi, pengembangan, dan desain sudah berkumpul. Tapi saya akan menegaskan CEO tanpa menyaksikan pengalaman, juga pendidikan peserta. Semuanya akan direset.

Nyonya Cha juga menonton di kamarnya.

Ji Pyeong menonton juga, ditemani Dong Cheon.

Dae Myung terkejut mendengar kata-kata Bu Yoon.
Dae Myung : Direset?
In Jae, Dae Myung dan I Su pun resah.

Sementara Dal Mi senang.

Dan Yong San bingung. Dia tanya, apa itu baik atau buruk untuk mereka.
Do San merasa, itu hal baik bagi mereka.

Bu Yoon : Sekarang, kami akan kirimkan 50 kata yang sedang menjadi perhatian perusahaan rintisan.
Chul San kebingungan, kata apa?

Ponsel semua akseptor berbunyi.
Bu Yoon : Kalian sanggup pesannya, kan? Dalam 30 detik, kirim lima keyword perusahaan rintisan yang bermitra dengan kata itu.

Tapi baterai ponsel Chul San habis sebab ia asyik main ponsel sejak tadi.
Bu Yoon melanjutkan kalimatnya, kalau ia akan menegaskan CEO bagi semua orang yang menjawab dengan benar.

Dong Cheon dan Ji Pyeong paham maksud Bu Yoon.
Dong Cheon : Artinya, yang menjadi CEO merupakan orang yang paham tren masyarakat.
Ji Pyeong : Masuk akal.
Bu Yoon : Sekarang kita mulai.

Layar besar mulai memperlihatkan dua kata, yaitu ‘debu halus’.
Dal Mi dan Trio San mulai mencari kata lain yang bermitra dengan ‘debu halus’. Tapi Trio San kebingungan.
Dal Mi menulis ‘partikel halus’.

Chul San menanyakan nasibnya pada Do San dan Yong San.
Chul San : Bagaimana denganku? Baterai ponselku habis.
Dia bahkan memukul2 ponselnya.

In Jae menulis dengan cepat.
In Jae : Mobil diesel tua, debu kuning.

Chul San masih ngeluh.
Chul San : Kenapa mereka tak bilang sebelumnya? Pasti bukan cuma aku.

Di detik2 terakhir, Dal Mi menulis lagi. ‘Mobil Diesel’.

Layar memperlihatkan jawabannya. ‘Partikel Halus’, ‘Masker’ dan ‘Pesan Peringatan’.
Dal Mi dan Do San bahagia balasan mereka benar.

Kata selanjutnya adalah, ‘Pengamanan’.
Dong Cheon bilang, niscaya membingungkan dan para akseptor juga tak sanggup mencari balasan di internet sebab waktunya cuma 30 detik.
Ji Pyeong bilang, orang yang paham tren secara intuitif pun belum pasti lolos.

Ji Pyeong tiba-tiba terkejut, oh, itu…
Dong Cheon : Kenapa?
Ji Pyeong : Tidak. Aku niscaya salah lihat.

Ternyata yang dilihat Ji Pyeong merupakan Dal Mi. Dal Mi tertangkap kamera.
Ji Pyeong kemudian ingat kata-kata Dal Mi ke Do San. Dal Mi bilang ia akan mengawali bisnis seumpama Do San.
Ji Pyeong pun curiga.

Do San menulis, ‘Wi-Fi’.
Chul San ngasih tahu, ‘USB’.
Do San memerintahkan Chul San diam.
Kata berikutnya, ‘IA’, ‘PEMBELAJARAN, KEMUDI OTOMATIS’, ‘POPULASI LANJUT USIA’.
Orang2 mulai panic, tergolong Dal Mi.
Berikutnya, ‘OLIMPIADE MUSIM DINGIN’, ‘RANTAI BLOK’, ‘GELOMBANG KOREA’
Dal Mi dan In Jae menulis, ‘K-Pop’ dan ‘Webtoon’.

Do San mau nulis, ‘Park Chan Ho’.
Tapi Chul San kelihatannya merebut ponsel Do San dan menulis, ‘TWICE’.
Do San kesal, kau mau mengacukannya?
Chul San menggeleng dengan kepala menunduk.
Do San : Angkat kepalamu.

Bu Yoon naik ke panggung.
Bu Yoon : Dengan ini, 50 topiknya sudah habis. Dan yang paling banyak menebak keyword yang bermitra merupakan orang-orang ini.

Layar memperlihatkan nomor-nomor orang yang lolos.
Dal Mi girang mendapatkan nomornya, 397.
Dal Mi kemudian memandang nomor di kartu tanda pengenalnya selaku akseptor Sand Box.

In Jae, Dae Myung dan I Su juga lolos.

Tapi nomor Do San dan Yong San tak ada.

Kamera kembali menyorot Bu Yoon yang masih di atas panggung.
Bu Yoon : Orang-orang ini merupakan 40 CEO yang berhak bikin tim. Silakan naik ke atas panggung.

Yong San dan Chul San kesal.
Yong San : Lalu kita tak sanggup buat tim?
Chul San : Pemilihannya konyol. Kenapa menegaskan orang dengan cara begini? Pilih dengan tes pemrograman. Do-san niscaya juara satu.

Do San membisu saja dan teringat kata-kata Ji Pyeong soal ia yang gak berbakat jadi CEO dan mesti merekrut CEO baru.
Do San mau nangis tetapi ia tahan.


Orang-orang yang lolos naik ke atas panggung dan mendapatkan kaus merah dengan goresan pena CEO di belakangnya.
Chul San heran menyaksikan Dal Mi di sana.
Chul San : Harusnya para CEO yang naik. Kenapa ia di sana?
Do San terkejut menyaksikan Dal Mi.

Dal Mi memandang kausnya dengan bangga.

Sa Ha yang tidak lolos, terkejut menyaksikan Dal Mi.
Sa Ha : Oh My God. Penipu itu.


Dal Mi menoleh ke sampingnya dan terkejut menyaksikan In Jae.
In Jae yang gres naik juga terkejut menyaksikan Dal Mi.

Trio San juga terkejut menyaksikan In Jae di panggung.
Yong San : Bukankah itu Won In Jae? Bagaimana ini.
Do San membisu saja.


Ji Pyeong terkejut menyaksikan Dal Mi dan In Jae sepanggung.
Dong Cheon heran menyaksikan In Jae ikutan Sand Box. Katanya seumpama mahasiswa masuk ke TK.

Nyonya Cha memerintahkan orang2 yang lagi membersihkan kamarnya keluar.
Setelah itu, ia kembali menyaksikan Dal Mi dan In Jae yang sepanggung.

Halmeoni juga terkejut kedua cucunya sepanggung.

Dal Mi : Aku penasaran. Kenapa kau yang cakap ada di sini dan bukan di Amerika.
In Jae : Aku juga penasaran. Apa yang pacar kerenmu lakukan di sini?
Dal Mi bingung, apa?


In Jae memerintahkan Dal Mi menyaksikan ke depan.
Dal Mi pun terkejut menyaksikan Do San di sana.

Bu Yoon naik ke panggung.
Bu Yoon : Aku akan beri waktu satu jam. Bentuklah tim yang hendak partisipasi di pekan retas. Kuharap pilihan kalian bijak.


Dal Mi kembali memandang Do San. Do San termangu ia tertangkap berair Dal Mi.

Dal Mi mulai berkeliling diantara para CEO yang sibuk merekrut orang-orang.
Dal Mi kemudian mendapatkan Trio San.
Dal Mi : Do San-ah.
Do San pun berbalik tetapi ia tak berani memandang Dal Mi.
Dal Mi : Kenapa kau disini? Kau punya kantor yang bagus, juga sanggup investasi. Kau bilang sudah di pra-Seri A?

In Jae datang.
In Jae : Aku juga penasaran. Kenapa Nam Do San ada di sini?

In Jae kemudian memotret men-scan arahan barcode yang ada di kartu tanda pengenal Do San dan mendapatkan isu soal Do San di laman Sand Box.
In Jae : Ternyata kau belum pernah sanggup investasi. Pengalamanmu juara satu di CODA.
Do San minta maaf pada Dal Mi sebab sudah berbohong.

In Jae memandang Dal Mi.
In Jae : Sepertinya kalian sungguh terkejut. Kau terkejut sebab dibohongi…

In Jae memandang Do San.
In Jae … dan kau sebab ketahuan.


Dal Mi : Kaprikornus jikalau diantara kalian tak ada yang menjadi CEO, artinya tak ada potensi untuk ikut persaingan itu?
Do San mengangguk.

Chul San berbisik ke Yong San, kalau hubungan Do San dan Dal Mi udah rampung sekarang.


Dal Mi menghela nafas. Dia kemudian berkata kalau balasan Tuhan tak jelas.
Do San memandang Dal Mi, jawaban?
Flashback…

Saat Dal Mi dan halmeoni sama2 berdoa di gereja.
Dal Mi : Tuhan, saya memberanikan diri untuk mulai berbisnis. Ada daerah yang ingin kutuju, tetapi terlalu tinggi dan berbahaya. Aku tak percaya sanggup melaluinya sendiri. Beri saya tenaga untuk sanggup mengakhiri jalan yang panjang dan susah ini. Kumohon tuntun saya untuk mendapatkan rekan dalam perjalanan ini.
Flashback end…


Do San tanya, kau kecewa ya?
Dal Mi bilang tidak.
Dal Mi : Terima kasih. Terima kasih juga sebab saya berkesempatan menjadi CEO.
Dal Mi kemudian minta Do San merekrutnya menjadi CEO Samsan.

In Jae juga menawakan hal serupa. In Jae bilang tim nya belum punya pengembang dan mengajak Trio San bergabung.
In Jae : Sepertinya pengalamanmu masih kurang. Tak cantik jikalau CEO-nya juga tak berpengalaman. Siapa yang kau pilih? Aku atau Seo Dal Mi?
Do San terdiam.


Dal Mi memandang Do San.
Dal Mi : Do San-ah.
Barulah Do San berani memandang Dal Mi.

In Jae dan Dal Mi sama-sama menanti balasan Do San.
Saat Do San mau menjawab, Yong San bilang mereka mesti diskusi dulu. Yong San dan Chul San menawan Do San pergi.

Yong San : Do San-ah, perusahaan kita dipertaruhkan.
Chul San : Ya, ini pertandingan antara amatir dan profesional. Lupakan perasaan sukamu. Putuskan dengan rasional, bukan emosi. Paham?
Do San : Jika kedua pilihannya sama?
Yong San : Sama? Maksudmu anggapan dan perasaanmu katakan yang sama?
Chul San : Tak masuk akal.
Do San : Kalian bilang tak ingin di posisi bawah.
Yong San : Lantas?

Do San : Dal Mi minta kita rekrut menjadi CEO, tetapi Won In Jae mau merekrut kita. Paham perbedaannya?
Yong San dan Chul San alhasil ngerti.


In Jae tanya apa Dal Mi gak marah, padahal Do San udah berbohong dan berlagak hebat.
Dal Mi bilang gak.
Dal Mi : Aku juga sering ingin berlagak cakap di depan seseorang.


Trio San udah mengambil keputusan.
Mereka lantas berlangsung ke arah Dal Mi.
Do San melamar Dal Mi selaku CEO Samsan.
Dal Mi mendapatkan lamaran Do San.
Bersambung…
Epilog :

Saat bermain Go-Stop, Yong San mengklaim ia yang menang.
Yong San : Lima untuk godori, tiga untuk gwang dan dua untuk pi. Totalnya sepuluh. Pak Han dan Dal Mi sanggup hukuman.
Chul San : Bayar juga terhadap saya dan Do San
.

Yeong Sil tiba-tiba bicara.
Yeong Sil : Inilah ramalan peruntunganmu hari ini.
Trio San dan Dal Mi kaget. Yong San tanya, bunyi apa itu.
Ji Pyeong : Namanya Yeong Sil, pengeras bunyi kecerdasan buatan. Dia senantiasa katakan ramalan peruntungan yang sama….
Dal Mi memandang Ji Pyeong. Dia heran Ji Pyeong sanggup tahu.
Ji Pyeong yang sadar itu, pribadi memandang Do San. Ya, kan Pak Nam?
Yeong Sil : Hari ini, Dewa Takdir akan meniupkan angin sepoi-sepoi ke hidupmu yang tenang.


Bu Yoon sedang menyidik argumentasi para akseptor mendaftar Sand Box.
Dan ada yang menawan perhatiannya. Dan yang menawan perhatiannya merupakan In Jae bergabung ke Sand Box.
“AKU INGAT BERMAIN AYUNAN DI ATAS PASIR YANG AYAHKU TARUH UNTUKKU.”

Terdengar narasi Yeong Sil.
“Kau akan berjumpa seseorang dari masa lalumu di daerah yang tak terduga. Berhati-hatilah. Meski ia tiba seumpama angin sepoi-sepoi di viral semi, nantinya ia sanggup menjelma angin ribut viral hirau taacuh yang hendak merubah drastis hidupmu yang tenang.”
Seseorang gres saja tiba di Korea. Dan orang itu merupakan Alex.