Drama Korea – Sinopsis Tale of the Nine Tailed Episode 3 Part 1, Jika ingin membaca serpihan daftar lengkap dari recap dapat di goresan pena yang ini. Jangan hingga terlupakan untuk lihat Episode sebelumnya baca di sini.

Dua belas jam sebelumnya, salah satu nelayan yang melaut bareng pak seo mulai merasa kehausan yang tidak masuk akal hingga ia menenggelamkan kepalanya ke toilet dan meninggal tenggelam. Jia dan yeon tiba bareng salah satu penduduk disana untuk memeriksanya.
Yeon mencium anyir bau yang menyengat namun jia tidak merasakannya. Ternyata anyir itu berasal dari rambut yang digenggam korban. Yeon pun tahu bila anyir itu menyerupai anyir selimut yang dipakainya semalam.

Jia terjaga bila korban ini yakni orang yang ada di kapal yang serupa dengan ayah pyunghee. Mereka pun sadar akan kejanggalan ini dan merasa akan ada korban berikutnya.

Mereka pun mengunjungi rumah nelayan satunya yang bareng di kapal pak seo. Nelayan itu merasa kelaparan yang tidak masuk akal sehingga Ia mengkonsumsi daging mentah di kulkasnya. Ia terkejut mendengar dobrakan pintu rumahnya, yeon menghampirinya dan menanyai apa yang sebenarnya terjadi di kapal mereka.
Nelayan menyampaikan bila ada angin puting-beliung yang menimpa kapal mereka. yeon menginformasikan kejanggalan permasalahan ini sebab cuma pak seo saja yang tidak selamat.
Jia juga menanyainya mengapa di saat mereka terombang ambing di tengah maritim dengan rasa lapar namun para nelayan yang lain tidak kehilangan berat tubuh sehingga ia mengajukan pertanyaan apa yang telah dikonsumsi oleh para nelayan yang masih hidup.
Neleyan itu mulai menggila sebab hendak menyerang jia dengan berasumsi daging. Namun, tiba-tiba ia terjatuh dan tersedak hingga meninggal dunia. Mereka terkejut sebab menerima rambut yang serupa dengan korban yang didapatkan sebelumnya.


Leerang menemui pyung hee dan menginformasikan bila prospeknya telah terwujud dan tinggal satu orang lagi untuk dibunuhnya namun ia menanyakan apa imbalan untuknya untuk membantunya ini.


Jia menuju rumah nelayan yang terakhir untuk mengecek keadaannya. Rumah itu kosong, jia merasa tertarik dengan suatu lukisan tradisional yang terlihat sama dengan milik korban lainnya.
Ia juga merasa asing di saat melihatnya padahal ia kerap kali menyelediki lukisan-lukisan kuno. Tiba-tiba yeon masuk menjadikannya kaget. Jia merasa kesal sebab menyaksikan yeon yang justru mengkonsumsi cemilan.
Yeon menyampaikan bila ia sering menyaksikan orang yang meninggal di saat perang dulu sehingga permasalahan ini hanyalah sesuatu yang kecil. Jia pun menanyakan apakah setidaknnya yeon pernah merasa kehilangan seseorang yang meninggal dunia.
Yeon termenung dan teringat dengan simpulan hidup aeum. Jia mengeluarkan handphonenya dan mencari lukisan raja naga yang menjadikannya penasaran.
Ia menyediakan foto itu terhadap yeon dan menanyakan perbedaan dari lukisan itu, jia menginformasikan bila di dalam lukisan itu naga terlihat tidak punya kaki sehingga yeon eksklusif menebak bila itu yakni seekor ular. Jia juga berasumsi bila itu yakni imooga.

Lee rang menemui dukun desa disana. Dukun itu menyambutnya dan menanyakan apa yang menjadikannya datang. Lee rang mengajukan pertanyaan apakah lawan kakaknya ini terikat di sumur yang ada di depannya. Dukun itu menyampaikan bila di dalam sumur itu terikat roh jahat.
Ia juga merasa penarasan mengapa lee rang ingin menolong musuk kakaknya ini apakah ia ini kerabat kandung. Lee rang menyampaikan bila mereka yakni kerabat tiri, meskipun yeon sungguh bagus kepadanya namun luka tusuknya ini masih terbekas ingatanya.
Karena ia yakni seekor rubah sehingga ia juga masih mesti membalas kebijaksanaan akan kebaikannya sehingga ia ingin menuju neraka bareng kakaknya dan meminta dukun itu tidak ketakutan dengan niat buruknya,

Yeon tiba menuju minimarket dan menanyakan lukisan yang serupa itu terhadap pemiliknya. Ia juga mengancamnya dengan pisau. Pemilik itu pun menginformasikan bila beberapa hari yang kemudian ada wanita yang membagikannya.
Kemudian yeon meniadakan ingatannya dan kembali berbelanja cemilan. Pemilik itu menanyainya berapa orang yang tiba dari stasiun tv sebab ada cowok yang mencari rumah pyunghee. Mendengar hal itu, yeon eksklusif menuju jia.


Jia kembali ke tempat tinggal pyunghee dan melihatnya sedang membaca buku. Namun, jia terjaga bila yang ada dihapannya ini bukannlah pyunghee. Leerang pun menyediakan wujudnya, jia terkejut.
Jia menyaksikan buku yang dibawa leerang dan mengenali bila leerang yang melakukan semua korban itu. Leerang menyuruhnya untuk tidak menuduhnya, namun jia tahu bila buku itu menceritakan wacana kapal yang makan memakan. Leerang memuji wawasan jia.
Ketika leerang hendak pergi, ia mengambil foto kedua orang bau tanah jia dan menyampaikan bila ia tahu tujuan jia tiba untuk mencarinya sehingga menawarinya untuk mencarikannya.


Leerang menjajal menjadikannya terpengaruhi dengan tawarannya tetapi, jia menolaknya sebab ia tahu bila rubah senantiasa membalas kebijaksanaan sehingga perbuatan leerang ini niscaya meminta imbalan.
Leerang pun memujinya lagi dan pergi meninggalkannya. Saat ia berlangsung pergi, ia membertahu bila semestinya jia tidak terlampau yakin dengan yeon. Tak usang kemudian yeon tiba dengan rasa khawatir.

Jia menginformasikan bila leerang telah pergi. Yeon mengajukan pertanyaan apa yang telah leerang katakan. Jia menginformasikan bila leerang menawari dirinya untuk mencarikan kedua orangtuanya namun I a menolaknya dengan argumentasi dirinya telah meletakkan kesempatan terhadap rubah yang ada didepannya.
Jia pun meminta untuk secepatnya pergi dari pulau ini sebab ia merasa curiga bila leerang memiliki rencana khusus untuk yeon. Namun, yeon justru ingin menanti apa yang telah disiapkan adiknya.

Kemudian mereka berbincang-bincang sambil makan ramen. Jia mengajukan pertanyaan mengapa yeon ini hidup sebab ia telah lewat bertahun-tahun yang sungguh lama. Yeon menginformasikan bila ia sedang menanti seseorang yang ia cintai. Dengan ingin tau jia mengajukan pertanyaan apa sosok yang dinantikan yeon rubah atau manusia. Yeon cuma termenung dan pergi meninggalkan jia.
Bersambung ke Part 2..