Drama Korea – Sinopsis Tale of the Nine Tailed Episode 4 Part 2, Silahkan simak daftarlengkapnya di goresan pena yang ini. Untuk kepingan pertama Episode sebelumnya baca di sini.

Shinjoo menyaksikan gunjingan wacana yuri yang mau meneruskan kekuasaan ayahnya. Tiba-tiba ia terkejut menyaksikan yuri mendatanginya. Yuri mengajukan pertanyaan mengapa shinjoo ini tidak menemuinya dan mengambil kalung ini. Shinjoo memberi tahu bila ia takut alasannya pistol yuri.

Yuri menyuruhnya untuk tidak takut dengannya dikala ini alasannya mereka akan bersenang-senang. Yuri melepas jaketnya dan menghasilkan shinjoo terkejut.

Shinjoo menyampaikan bila ia tahu yuri ini bukan berasal dari sini dan ia menyaksikan banyak luka dibadan yuri sehingga ia mengajukan pertanyaan apa insan menjalankan luka ini kepadanya alasannya shinjoo ini dokter binatang ia tahu. Namun, yuri sungguh murka alasannya shinjoo membahas itu dan ia meninggalkannya.

Jia tiba ke tempat tinggal sedih dan meminta maaf atas keterlambatan dirinya yang tidak hadir dikala itu. Setelah itu ia berjumpa dengan lee rang yang ada disana. Mereka pun mengobrol. Leerang memberi tahu bila jia memiliki wajah yang serupa dengan cinta pertama kakaknya.
Jia pun mengajukan pertanyaan mengapa leerang sungguh tidak suka kakaknya. Lee rang cuma menyampaikan bila ia membencinya alasannya kakaknya ini merelakan kekuasaannya demi cinta dengan insan dan hutan yang ditinggalinya ini terbakar sehingga spesies rubah banyak yang punah.

Jia pun menyampaikan bila leerang ini tidak tidak suka kakaknya bekerjsama namun ia sungguh menyukainya namun alasannya cinta pertama kakaknya ini menjadikannya menyerupai ini. Jia pun hendak meninggalkan leerang namun leerang menyampaikan bila yeon kini sedang menjalankan apa yang mesti ditebusnya atas perbuatannya.

Jia pun mengajukan pertanyaan kemana yeon pergi. Lee ranng cuma menyampaikan yeon ada disuatu wilayah yang tak punya sinyal. Tanpa disadari jia, leerang memotong jimat yang diberikan yeon di saku jia dan biji bertebaran. Leerang memperingati bila semestinya ia tidak tidur malam ini.

Petugas cctv menyaksikan ruangan di wilayah jia terdapat berbagai bawah umur kecil disana dan terlihat ramai namun bekerjsama ruangan itu cuma ada jia.

Yeon memasuki neraka yang hambar dengan tubuh insan sehingga ia sanggup mencicipi lapar dan kematian. Ia terikat disana.
Jia hendak keluar pulang namun lampu di lorong gedung pemakaman itu mati sehingga ia berpikir jjika ada pemadaman listrik. Tiba-tiba terdapat dua wanita anak kecil di depan jia. Jia mengajukan pertanyaan mengapa kedua anak itu tersesat.


Anak itu mengajukan pertanyaan eksistensi ayahnya. Jia pun menyampaikan akan membantunya. Tiba-tiba jaehwan tiba dan mengundang jia untuk pulang. Jia hendak memerintahkan jaehwan menunggunya alasannya ia mesti menolong kedua anak kecil yang ditemuinya tadi namun jaehwan menyampaikan bila ia tidak melihatnya. Mereka tidak tahu bila diseberangruangan sedang diadakan pemakaman yang terdapat foto kedua anak kecil itu.


Jaehwan ditawari untuk dikirim jia, ia menolaknya sehingga jia sendirian. Tiba-tiba syalnya ditarik oleh kedua anak kecil yang ditemuinya dan menjadikannya tercekik. Jia terjaga bila jimat yang diberikan yeon ini terpotong dan biji-bijinya terjatuh. Jia terjatuh pingsan alasannya syal yang mencekiknya.
Yeon terjaga bila jia kehilangan jimatnya entah leerang penyebabnya ataupun dirinya sendiri sehingga ia mesti menolong jia yang dalam bahaya. Yeon terus berteriak terhadap nenek taluipa itu untuk membantunya keluar dari sini sebentar.

Nenek itu tiba dan menyampaikan bila yeon tidak sanggup keluar dari sini dengan tubuh itu selama penebusan dosa berlangsung. Yeon pun menyampaikan bila ia bersedia menuju neraka pisau biar taluipa membiarkannya keluar.
Akhirnya mereka pun menuju neraka pisau yang terdapat jembatan kayu ringkih panjang dibawahnya terdapat lahar mematikan yang mesti ditempuh yeon. Yeon pun bersikeras bila ia akan melewatinya dan memerintahkan taluipa menunggunya disana.

Jia terbangun dan jaehwan menanyakan keadaannya. Jia menyampaikan bila ia berjumpa lagi dengan bawah umur itu dan mereka menawan syalnya. Jaehwan pun ,mengatakan kemungkinan yang berjumpa dengan jia yaitu hantu. Jaehwan mengambil buku dan membacanya.
Jia terjaga bila buku yang dipegang jaehwan ini terbalik sehingga ia tahu yang didepannya ini bukanlah jaehwan. Tiba-tiba jaehwan hilang dan bawah umur itu datang.

Jia pribadi berlari cemas menyingkir dari bawah umur itu. Anak-anak itu terus mendobrak dan meminta jia untuk menyerahkan tubuhnya terhadap mereka. Jia berlari menuju atap dan terpojokkan oleh bawah umur itu dan ia terjatuh.

Yeon yang sudah depresi dengan perjalanannya alasannya ia sudah tertusuk banyak pisau di badannya. Akan tetapi, terlintas kenangan wacana jia sehingga bangkit untuk melanjutkan biar secepatnya berjumpa jia.

Ketika jia terjatuh dan hendak mengenai aspal, yeon tiba dan mencegahnya dan ia terlempar jatuh. Jia menyaksikan yeon dengan luka yang di badannya, pribadi menghampirinya dan menyaksikan yeon sudah tidak sadarkan diri. Jia menangis dan meminta yeon untuk tidak mati.
Tiba-tiba air mata jia terjatuh ke tubuh yeon dan mengeluarkan marbel rubah yang diberikan yeon. Yeon pun terjaga dan menyaksikan marbel itu dan menyampaikan bila ia sukses menemukannya dan ia sudah menunggunya.
Bersambung..