Drama Korea – Sinopsis Mr Queen Episode 5, Baca terlengkap untuk Episode sebelumnya baca di sini. Sebaliknya jika yang dicari full episode ada di goresan pena yang ini.

Ibu Suri Agung kesal dengan perilaku Ratu, “apa argumentasi Anda ingin bunuh diri?!!”
Ratu kebingungan menjawabnya, “apa alasanku bunuh diri” gumam Ratu dalam hati.

Tiba-tiba Hwa Jin pingsan, Ratu pun memutuskan untuk akal-akalan pingsan biar beliau tidak diinterogasi lebih lanjut oleh Ibu Suri Agung.
Raja memutuskan menenteng Hwa Jin pergi dari sana, sedangkan Ratu dibawa oleh Byeong In. Raja dan Byeong In saling memandang tajam.
(Kediaman Ratu)

Ayah Ratu menangis tersedu-sedu, “So Yong!! Maafkan ayah, ayah bahkan tidak tahu kau ternyata sungguh menderita sehingga memutuskan untuk bunuh diri”
Hong Yeon dan Dayang Choi juga tidak bisa menahan air mata mereka, “Yang Mulia, Anda niscaya sungguh tersiksa selama ini”
Ratu kesal dengan tingkah mereka, “aku tidak bisa menanggulangi kondisi menyerupai ini, lebih baik saya tidak membuka mata” gumam Ratu dalam hati.
(Kediaman Ibu Suri Agung)

Ibu Suri Agung sungguh murka dengan perilaku Ratu, “apakah beliau sudah gila!!”.
Menteri Kim Jwa Geun menjajal menenangkan Ibu Suri Agung, “Yang Mulia, saya akan mengelola problem ini”
Ibu Suri Agung teringat dengan ucapan Ratu sebelum terjatuh di danau ‘“Yang Mulia, Saya ingin meninggalkan istana, saya tak mau menjadi Ratu yang menderita’” ucap Ratu pada di saat itu.
“Aku menyampaikan kepadanya bahwa beliau tidak bisa keluar dari istana, itu takdirnya mesti berada di Istana hingga mati. Aku tidak menduga beliau akan menyelesaikan hidupnya, kukira itu cuma omong kosong belaka” ucap Ibu Suri Agung.

Ratu dengan sungguh senang pergi menuju danau, tetapi betapa kecewanya Ratu di saat Kasim yang bertugas mengisi air danau menyampaikan bahwa mereka belum selesai mengisi air danau sebab sumur-sumur mulai mengering.
Ratu ingin tinggal di danau untuk memantau pekerjaan para pelayan, tetapi Hong Yeon menghambat Ratu, “Yang Mulia, Anda dihentikan berada disini, Anda dihentikan menjajal bunuh diri lagi”

Ratu kesal sebab Hong Yeon membatasi tujuannya, ia pun berupaya kabur, tetapi dengan gesit Hong Yeon menahan Ratu. Tidak usang kemudian Dayang Choi datang, Dayang Choi bergegas menolong Hong Yeon untuk menahan Ratu biar tidak melompat ke danau.
Akhirnya Ratu menyerah, “baiklah, saya tidak akan melakukannya. Kalian lepaskan aku”.

Tepat di saat itu dayang Ibu Suri Agung datang, “Yang Mulia, Ibu Suri Agung mengundang Anda”.
Ratu berakting minta maaf atas sikapnya di depan Ibu Suri Agung dan Menteri Kim.
“Aku mesti mencari kondusif dengan mereka” gumam Ratu dalam hati.
Ibu Suri Agung memperingatkan Ratu untuk tidak melaksanakan hal yang berbeda dengan tujuan mereka.

Raja mulai percaya bahwa mereka selama ini salah paham dengan Ratu, “Ratu bukanlah orang yang menyerupai kita pikirkan”.
Pangeran Yeongpyeong mengingatkan Raja, “Yang Mulia, dapat saja itu planning Ratu untuk mengungguli hatimu”.
“Aku akan menemui Ratu untuk memastikannya, tolong kau jaga Selir Hwa Jin” ucap Raja. Hwa Jin rahasia mendengar obrolan mereka.

Raja pergi menemui Ratu, tetapi Ratu menolak berjumpa dengan Raja.
Raja memaksa masuk ke dalam ruangan Ratu, “apakah kau baik-baik saja Ratuku?”.
“apakah kau pikir saya baik-baik saja!, kau pernah menjajal membunuhku!, dan kini mereka mengancamku sebab saya membatasi jalan mereka!!”
Raja terkejut mendengar ucapan Ratu, “mereka mengancammu? Mengapa?”.
Ratu yang sedang kesal meminta Raja untuk pergi saja dari ruangannya, “aku letih dan marah, kau pergi saja!!”.
“saat emosimu sudah turun, saya akan kembali ke sini” ucap Raja, kemudian pergi dari sana.
(Ratu sungguh kesal sebab beliau sudah memiliki banyak problem di istana, tetapi hingga kini beliau belum tahu kapan dapat kembali ke masa depan).

Hwa Jin sudah bangun, Raja mendatangi Hwa Jin lagi.
“Aku sungguh takut kehilanganmu, saya mohon jangan laksanakan hal menyerupai itu lagi” ucap Raja sambil memeluk Hwa Jin.

Byeong In menemui ayahnya (Menteri Kim Jwa Geun), “aku sudah pastikan posisi apa yang saya inginkan, saya ingin menjadi Kepala Departemen Kehakiman”
“Kenapa kau mengharapkan posisi itu?”
“Karena saya ingin mulai memutuskan jalanku sendiri” ucap Byeong In dengan yakin.

O Wol sukses diselamatkan oleh penjaga rahasia Raja. Hwa jin menemui O wol, Hwa Jin cuma dapat menangis menyaksikan kondisi O Wol yang sarat dengan luka.

Di Istana, Klan Kim mengajukan anjuran untuk mengangkat Kim Byeong In menjadi Kepala Departemen Kehakiman. Raja berupaya menahan amarah dan menjajal membantah, tetapi Kim Jwa Geun sudah merencanakan semua balasan dengan baik, sehingga Raja cuma dapat tersenyum kecut dan menyetujuinya.

Hwa Jin masih murung menimbang-nimbang kondisi O Wol, “apakah O wol dapat kembali menyerupai dahulu?”. Pangeran Yeongpyeong menjajal menenangkan Hwa Jin bahwa seluruhnya akan baik-baik saja.
Untuk menetralisir perasaan sedihnya, Hwa Jin memutuskan untuk melukis, Hwa Jin meminta Yeongpyeong untuk menjadi versi lukisannya.
Saat Hwa Jin sedang konsentrasi melukis, Yeongpyeong rahasia tersenyum menyaksikan Hwa Jin.
(Muncul pertanyaan baru, Apakah Pangeran Yeongpyeong memiliki perasaan terhadap Hwa Jin??).

Ratu pergi ke wilayah kesukaannya yakni dapur istana. Lagi-lagi Ratu menampilkan kemampuan memasaknya. Koki istana cuma dapat menggerutu sebab Ratu senantiasa menggunakan materi langka.

Ibu Suri Jo mengingatkan Hwa Jin untuk senantiasa berhati-hati.
“apakah kini kau memahami menyerupai apa orang klan Kim. kini yang mereka siksa yakni pelayanmu, mungkin dalam waktu dekat target mereka yakni kamu. Karena itu kita mesti mulai bertindak sekarang”
“Aku akan mengajukan banding kendala kemarin untuk menggulingkan Ratu” lanjut Ibu Suri Jo.
Hwa Jin cukup terkejut mendengar ucapan Ibu Suri Jo, tetapi Hwa Jin tidak membantah keputusan Ibu Suri Jo.

Ratu sedang santai di dapur istana, Tiba-tiba hujan turun, “sekarang hujan, artinya danau dan sumur akan secepatnya terisi” gumam Ratu senang.
Ratu pun bermain hujan sambil berjoget-joget dengan senang, tidak usang kemudian Raja melalui (Raja memang bertujuan menemui Ratu).
Raja tersenyum tipis menyaksikan tingkah ajaib Ratu, kemudian Raja menghampiri Ratu.
“Aku tiba ingin meminta maaf kepadamu”
“Sudahlah, saya tidak peduli” ucap Ratu dengan santai.

Raja kesal dengan respon Ratu, “sampai kapan kau mengatakan menyerupai itu, kau mesti ingat hukum keluarga kerajaan”
“Hanya hingga hari ini, kemudian seluruhnya akan kembali ke tempatnya” ucap Ratu dengan bahagia.
Raja kian kesal, Raja pun akan beranjak pergi, tetapi beberapa di saat kemudian Raja berbalik menghampiri Ratu kembali. Raja memutuskan untuk menampilkan payungnya ke Ratu, kemudian pergi dari sana sambil tersenyum. (Raja tersenyum sebab merasa sikapnya tadi sangatlah keren).

Klan Jo mulai berdiskusi untuk menghasilkan petisi biar Ratu yang kini digulingkan dengan argumentasi perilaku dan mental Ratu yang tidak sehat.

Ratu menegaskan Hong Yeon dan Dayang Choi sudah tertidur, kemudian Ratu bergegas pergi ke danau.
“Sekarang seluruhnya akan kembali menyerupai semula” gumam Ratu sambil memandang air danau. Ratu pun melompat ke danau.

Tidak usang kemudian Ratu menyaksikan ada seseorang berenang menuju ke arahnya. Orang itu yakni Raja, Raja berupaya menyelamatkan Ratu tetapi Ratu melawan sebab beliau tak mau keluar dari air.