Drama Korea – Sinopsis Mr Queen Episode 2, Untuk membaca Episode sebelumnya baca di sini. Namun kalau Kalian terpesona dengan daftar lengkapnya baca di goresan pena yang ini.

Ratu bergegas bangkit dari pelukan Raja.
“kamu dapat minum sepuasmu” ucap Raja kemudian memutuskan untuk pergi tidur.
“apa maksud orang ini” gumam ratu dalam hati.
Raja tidur di kasur tanpa memperdulikan Ratu yang tidur dilantai, tentunya Ratu kesal tetapi ia tidak ada pilihan lain.

Keesokan paginya, Ratu terkejut menyaksikan simpul bajunya terbuka, “apa saya yang membukanya? Aku merasa sudah mengikatnya dengan sungguh besar lengan berkuasa tadi malam” gumam Ratu.
Dayang Choi dan dayang yang lain tiba untuk merencanakan dan mengirim Ratu pergi menyapa para Ibu Suri.

Di perjalanan menuju Paviliun Ibu Suri, Ratu terus berpikir keras apakah Raja menyentuhnya tadi malam.
Tiba-tiba Ratu meminta tandunya untuk berhenti, Dayang Choi kebingungan, “ada apa Yang Mulia”.

Ternyata Ratu terpesona dengan keelokan seorang gadis yang sedang berdiri di bawah pohon.
“aku sungguh mujur hari ini” gumam ratu dengan senang.

Gadis itu yakni Hwa Jin. Ratu mendekati Hwa Jin dengan sarat charisma, Ratu mengajak Hwa Jin kenalan. Hwa Jin cuma memandang Ratu dengan datar.

Tidak usang kemudian Raja juga timbul di sana, “Hwa Jin, saya mencarimu di Paviliun, ternyata kau berada di sini”.
Ratu kesal alasannya yakni Raja mengusik kesenangannya. Raja berpikir bahwa Ratu cemburu, padahal Ratu kesal alasannya yakni Raja merebut pasangannya.
Dayang Choi menyampaikan terhadap Ratu untuk bergegas pergi alasannya yakni para Ibu Suri sudah menunggu. Ratu pun pergi sambil memandang tajam dan meludahi Raja.

Raja menenangkan Hwa Jin, “kamu tidak perlu takut dengannya”.
Hwa Jin tersenyum, Hwa Jin menyampaikan bahwa beliau tidak takut dengan ratu.
Raja menyampaikan ke Hwa Jin bahwa dalam rapat kemarin Klan Kim menuduh Hwa Jin yang mendorong Ratu ke danau. “tetapi kau damai saja saya akan senantiasa melindungimu”.
“saya percaya dengan anda” sahut Hwa Jin.

sudah hingga di paviliun Ibu Suri Agung dan Ibu Suri Jo. Ratu pun mulai menganalisis sifat masing-masing Ibu Suri.
“mereka mengatakan sambil tersenyum tetapi serempak saling menyindir” gumam Ratu hati.
Tiba-tiba Ibu Suri Jo menerangkan cara untuk secepatnya memiliki pangeran :’) bahkan Ibu Suri Jo menampilkan citra dengan gerakan tangannya, hingga menghasilkan Ratu canggung sendiri, “apakah ini ibu mertua yang paling aneh” pikir Ratu.

Kegiatan Ratu berikutnya yakni pergi ke istana utama untuk berjumpa para pejabat. Raja menyambut Ratu di depan Istana, kemudian mereka masuk bersama. Lagi-lagi Ratu mulai menganalisis keadaan.
“di istana terbagi Klan Kim dan Klan Jo. Semenjak meninggalnya Raja Heonjong (anak Ibu Suri Jo) Klan Jo kehilangan kekuatannya, sehingga kini Klan Kim yang memiliki kekuatan ditambahi lagi dengan Ibu Suri Agung yang juga berasal dari klan Kim” gumam Ratu.
“tetapi di dalam sejarah ada yang paling berkuasa? di mana dia?” lanjut Ratu sambil melihat-lihat para pejabat.

Menteri Kim Jwa Geun pun maju ke tengah alasannya yakni beliau ingin memberi nasehat ke Raja.
Ratu pun tersenyum, “ini dia, orang yang paling berkuasa di kerjaan ini melampaui kuasa Raja. Kim Jwa Geun!!” gumam Ratu dalam hati.
Menteri Kim Jwa Geun menyarankan terhadap Raja untuk mengangkat Kim Meun Geun (mertua Raja/Ayah Ratu) untuk menjadi Pengawal Pribadi Raja.
“Ratu menyarankan itu terhadap Ibu Suri alasannya yakni mencemaskan Raja” ucap Kim Jwa Geun.
“iya benar” sahut Ratu.
Sebenarnya Ratu tidak mengetahui sama sekali maksud dari Menteri Kim tetapi beliau cuma menuruti saja alasannya yakni Ratu berpikir bahwa beliau mesti berada pada pihak yang paling berkuasa mudah-mudahan beliau kondusif selama berada di sana.
“Aku tidak mengetahui apapun yang mereka bahas, tetapi saya mesti berada di tim yang paling kuat” gumam Ratu sambil tersenyum.

Raja memandang Ratu dengan sinis, “sekarang beliau mulai mengeluarkan sifat aslinya” gumam Raja dalam hati.
Raja berupaya membantah nasehat Menteri Kim, tetapi Ibu Suri Agung memberi aba-aba terhadap Raja untuk menyetujuinya.
Raja cuma dapat mencengkram tangannya dan akal-akalan tersenyum, “Ratuku memang sungguh perhatian kepadaku. Baiklah, saya setuju”
“Sepertinya Ratuku sudah terlihat lelah, alasannya yakni tadi malam kami terlalu bergairah menghabiskan malam bersama. Rapat diakhiri cukup hingga sini.” Lanjut Raja.
Ratu terkejut mendengar ucapan Raja, “apakah benar kami sudah melakukannya??” gumam Ratu dalam Hati.
Raja mendustai ratu bahwa mereka sudah tidur bersama. Ratu pun mulai ketakutan kalau mereka memang sudah tidur bersama.

Ibu Suri Agung membahas perilaku ratu dengan Menteri Kim Jwa Geun. “Sepertinya saya mesti mengajari beliau mempertahankan sikap! Sikapnya sungguh-sungguh memalukan”.

Hwa Jin resmi dilantik menjadi selir oleh Ratu. Ratu masih berupaya mendekati Hwa Jin (Ratu bahagia dengan Hwa Jin alasannya yakni beliau menggemari keelokan Hwa Jin).
Hwa Jin terlihat tidak bahagia dengan Ratu, Hwa Jin berupaya menyingkir dari Ratu, ia pamit pergi dengan argumentasi memiliki urusan lain.

Raja sedang membaca laporan dengan tatapan polos, kasim tiba untuk memeriksa Raja.
Di belakang Raja, Kasim tersenyum sinis di saat menyaksikan Raja membaca laporan terbalik. Namun, di saat kasim berlangsung pergi, ekspresi tampang Raja bermetamorfosis dingin.

Ratu mengunjungi Raja, Ratu ingin menegaskan kembali apa yang terjadi pada malam itu.
“tentu saja kita bersenang-senang” ucap Raja.
Ratu kembali ke ruangannya dengan kesal, alasannya yakni Raja seolah menyampaikan bahwa mereka memang sudah tidur bersama.
Dayang Choi Dan dayang yang lain datang, mereka ditugaskan Ibu Suri Agung untuk mengajari Ratu watak Istana.
Ratu dengan bahagia hati mengikuti pelajaran watak Istana, tetapi yang Ratu lakukan senantiasa berlawanan dengan watak Istana yang diajarkan Dayang Choi.

Ratu sedang asyik makan, tiba-tiba dadanya terasa sakit dan kenangan Kim So Yong orisinil timbul kembali. ((Ingatan di saat Kim So Yong mengatakan terhadap Raja, “Kamu mesti mencintaiku!”))
“ini bukan terasa menyerupai sakit fisik tetapi mengapa dada ini terasa sakit. apakah perempuan ini sungguh-sungguh menggemari Raja?” gumam Ratu.
“tatapan Raja kepadanya terlihat menyerupai sarat dengan kebencian” lanjut Ratu.

Ratu jadinya menyadari bahwa Raja tidak suka dirinya, “dia tidak suka perempuan ini, tentunya beliau sulit dipercayai tidur dengannya” ucap Ratu dengan senang.
Dayang choi dan Heon Yeon yang mulanya sungguh ketakutan di saat menduga ratu tersedak makanan, cuma dapat menghela napas menyaksikan kelakuan Ratu.

Ratu berjumpa dengan Ibu Suri Agung, Ratu memohon terhadap Ibu Suri Agung untuk mengisi air danau kembali, tetapi Ibu Suri menolak, “aku tidak bisa membiarkan insiden kemarin terulang lag!”.
Ratu mulai berpikir cara membujuk Ibu Suri, “selama sepekan saya akan tidur bareng Raja untuk secepatnya mendapat luar biasa waris tetapi dengan syarat air danau di isi kembali”. Akhirnya Ibu Suri Agung menyepakati ucapan Ratu.

Ibu Suri Jo mengundang Hwa Jin ke ruangannya. Lalu Ibu Suri Jo memberi jimat untuk secepatnya memiliki keturunan ke Hwa Jin. Hwa Jin terlihat risih dengan jimat sokongan Ibu Suri Jo.
Ibu Suri Jo mengingatkan Hwa Jin bahwa di Istana sarat dengan intrik. “Apakah kau sudah tahu Raja dan Ratu akan tidur bareng selama 7 hari. Padahal kau gres saja dilantik menjadi selir, tetapi tidak bisa tidur bareng Raja untuk sementara ini”
“Tetapi kau tidak perlu khawatir, saya percaya bahwa perasaan Raja kepadamu tidak akan berubah” lanjut Ibu Suri Jo.

Hwa Jin sudah kembali ke ruangannya, ia tidak konsentrasi di saat menulis puisi alasannya yakni mengenang ucapan Ibu Suri Jo.
Hwa Jin teringat dengan ucapan Kim So Yong orisinil sebelum terjatuh di danau “kamu akan kehilangan seseorang yang bermanfaat bagimu”.

((Di kilasan balik Hwa Jin, ada dua kemungkinan terjatuhnya Ratu di danau. Pertama: di dorong Hwa Jin. Kedua: Ratu menjatuhkan diri sendiri)).

Raja dan Ratu berada diruangan yang sama. Ratu menghasilkan peraturan kalau mereka dilarang saling menyentuh.
Saat Raja pergi keluar, Ratu meminta Heon Yeon untuk menyiapkan baju pria. Ratu ingin menyamar menjadi lelaki untuk dapat keluar istana.
Heon Yeon mengingatkan Ratu “jika bunyi bel sudah berbunyi, Ratu mesti bergegas kembali sebelum gerbang Istana ditutup”

Ratu memandang dirinya di cermin, kemudian mengajukan pertanyaan ke Heon Yeon, “orang menyerupai apa aku?”
“Siapapun yang menghasilkan Anda kesal walaupun cuma duduk problem kecil, Anda niscaya akan menghukum mereka. Sehingga siapa pun mengundang Anda penyihir” ucap Heon Yeon.
“Ternyata perempuan ini kejam, layak saja banyak orang yang ingin membunuhnya” gumam Ratu.
“Menurutku mereka salah, Anda yakni perempuan baik dan ramah, serta menginspirasi. tetapi semenjak Anda tiba ke istana, Anda terlihat kesepian alasannya yakni Raja menyayangi perempuan lain” lanjut Heon Yeon.

Menteri Kim Jwa Geun menyambut kedatangan anaknya Kim Byeong In. Kim Jwa Geun menceritakan kondisi yang terjadi di Istana selama Byeong In pergi, “sebelum upacara pernikahan, Ratu terjatuh di danau”.
Byeong In terlihat sungguh khawatir, “bagaimana kondisi Ratu sekarang?”.
“Sekarang, Ratu baik-baik saja”

Ratu sudah hingga di klub malam, ia sungguh menikmati hiburan di sana.

Di wilayah yang sama, tetapi ruangan berbeda, ternyata Raja sedang berdiskusi dengan dua orang pria. (Raja berada dibalik tirai).
“aku ingin menyelamatkan Negara kita dari pejabat yang korupsi” ucap Raja.
Salah satu lelaki tersebut menyarankan untuk secepatnya menilik Ayah Ratu, “sepertinya dokumen bukti korupsi ada di kediaman Kim Meun Geun”

Ratu sudah sungguh mabuk, ia salah memasuki ruangan.
Raja dan teman-temannya terkejut menyaksikan ratu masuk ke ruangan mereka.
Ratu cuma terdiam, sambil menyaksikan samar-samar. Tiba-tiba terdengar bel berbunyi. “Ah sial” gumam ratu sambil bergegas lari.

Dua orang lelaki tadi panik, “apakah Itu Ratu? Apakah beliau menyamar menjadi lelaki untuk menguping obrolan Kita?”
Raja menenangkan mereka, “aku yang mau menyelesaikannya” ucap Raja sambil mengeluarkan pedangnya.

Ratu bergegas menuju gerbang Istana, tetapi tidak usang kemudian Raja timbul dihadapan Ratu dengan menggunakan epilog wajah.
Raja pribadi mengarahkan pedang ke hadapan Ratu. Ratu pun ketakutan.